BURSA SAHAM DUNIA

Bursa efek merupakan tempat bertransaksi jua beli surat berharga yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan dengan tujuan untuk mencapai laba yang sebesar-besarnya. Bahkan nilai-nilai dari transaksi jual beli ini mencapai nilai yang luar biasa. Bursa saham menjadi tempat pertemuan pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi yang juga melibatkan perusahaan sekuritas. Selain itu, pelaku pasar juga dapat melakukan transaksi obligasi di bursa saham.

Berikut ini beberapa bursa saham terbesar di dunia:

Bursa Efek Indonesia

Merupakan bursa hasil penggabungan dari Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan Bursa Efek Surabaya (BES). Demi efektivitas operasional dan transaksi, Pemerintah memutuskan untuk menggabung Bursa Efek Jakarta sebagai pasar saham dengan Bursa Efek Surabaya sebagai pasar obligasi dan derivatif Bursa hasil penggabungan ini mulai beroperasi pada 1 Desember 2007.

Semua perusahaan publik yang mencatatkan namanya di Bursa Efek Indonesia diklasifikasikan menjadi 9 sektor. Ke-9 sektor tersebut didasarkan pada klasifikasi industri yang ditetapkan oleh BEI yang disebut Jakarta Stock Exchange Industrial Clasification (JASICA). Ke-9 sektor tersebut adalah: Sektor Pertanian, Sektor Pertambangan, Sektor Industri Dasar dan Kimia, Sektor Aneka Industri, Sektor Industri Barang Konsumsi, Sektor Properti, Real Estate, dan Konstruksi Bangunan, Sektor Utilitas, Infrastruktur, dan Transportasi, Sektor Keuanga, dan Sektor Perdagangan Jasa dan Investasi.

Rata-rata nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) di sepanjang periode 11 hingga 15 April 2016 mengalami kenaikan 18,44% menjadi Rp5,98 triliun dari Rp5,05 triliun di akhir pekan lalu. Rata-rata volume transaksi harian mengalami kenaikan 4,60% dan rata-rata frekuensi harian naik 2,81%. Selama bulan Februari investor asing tercatat melakukan beli bersih (net buy) sebesar Rp4,11 triliun, yakni net buy di Pasar Reguler sebesar Rp3,08 triliun (beli Rp39,40 triliun dan jual Rp36,32 triliun) dan di Pasar Nego tercatat net buy sebesar Rp1,03 triliun (beli Rp17,19 triliun dan jual Rp16,16 triliun).

Meski demikian, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sepanjang pekan ini mengalami perubahan 0,48% ke posisi 4.823,568 poin jika dibandingkan penutupan di pekan sebelumnya yang berada di level 4.846,704 poin. Kapitalisasi Pasar BEI juga ikut berubah menjadi Rp5.120 triliun dari Rp5.145 triliun di akhir pekan sebelumnya.

Investor asing di sepanjang perdagangan pekan ini mencatatkan jual bersih di pasar modal Indonesia dengan nilai Rp 459 miliar dan secara tahunan, aliran dana investor asing di pasar saham masih tercatat beli bersih dengan nilai Rp4,94 triliun.

BEI juga mencatat tercapat dua obligasi yang diterbitkan pada pekan ini. Obligasi Berkelanjutan I Siantar Top Tahap II Tahun 2016 dengan nilai emisi Rp 500 miliar yang diterbitkan pada Rabu, 13 April 2016 dan Obligasirhrheza Berkelanjutan I Maybank Finance Tahap II Tahun 2016 dengan nilai emisi Rp 1,1 triliun yang diterbitkan pada Kamis, 14 April 2016.

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2016 adalah 12 Emisi dari 11 Emiten senilai Rp18,74 triliun. Dengan pencatatan ini maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 281 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 256,67 triliun dan US$ 100 juta, diterbitkan oleh 102 Emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 92 seri dengan nilai nominal Rp1.539,66 triliun dan USD1.040 juta dan 6 EBA senilai Rp 2,15 triliun.

Bursa Saham New York

Bursa yang bermarkas di kota keuangan terbesar di Dunia ini merupakan tempat diperjual belikannya saham-saham dari berbagai sektor industri mulai dari pertambangan, keuangan, hingga otomotif.

Beberapa besar perusahan kelas dunia yang melantai di bursa saham NYSE diantaranya Freeport MacMoran, Bank of Amerika, Ford hingga raksasa micro-blogging twitter, dan salah satu perusahaan telekomunikasi di Indonesia yaitu, PT. Telekomunikasi Indonesia, tbk (TELKOM), melakukan jual beli saham di pasar saham ini.

Kapitalisasi pasar saham bursa efek New York mencapai US$ 19.223 miliar pada akhir Desember 2015. Dengan banyak perusahaan China memutuskan untuk mendaftarkan saham di bursa yang juga dikenal dengan New York Stock Exchange/NYSE ini membuatnya menjadi salah bursa terkenal.

Di bursa saham ini menawarkan berbagai jenis produk dan jasa keuangan termasuk saham, futures, opsi, obligasi, data pasar, dan solusi teknologi informasi. Bursa saham NYSE ini terletak di distrik Manhattan Financial, New York.

Nilai transaksi jual beli saham di bursa efek ini juga sangat besar, dan seperti data WFE rata-rata ada sekitar US$ 1.520 miliar nilai uang yang ditransaksikan oleh para trader tiap bulannya.

Bursa Saham Nasdaq

Nasdaq ini singkatan dari National Association of Securities Dealers Automated Quotation. Bursa saham ini adalah bursa saham tempat perusahaan-perusahaan teknologi dunia untuk melakukan penewaran perdana atau IPO karena memang bursa saham yang satu ini mengkhususkan diri untuk menampung saham-saham teknologi.

Nama-nama besar di teknologi seperti Apple Inc, Google, Microsoft, Qualcomm, hingga Facebook tentunya menjadikan NASDAQ sebagai tempat terbaik untuk menjual saham miliknya. Dan seiring berkembangnya startups teknologi akhir-akhir ini membuat banyak perusahaan-perusahaan teknologi baru yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham perdana sebut saja Facebook yang berhasil IPO di lantai bursa NASDAQ  pada tahun 2012

Tingkat kapitalisasi dari pasar dari bursa saham NASDAQ pada akhir tahun 2015 terpaut jauh dari NYSE, dengan US$ 6.831 miliyar, namun nilai transaksi dari kegiatan jual beli saham ini menembus US$ 1.183 miliyar per bulan berselisih cukup tipis dari nilai transaksi New York Stock Exchange (NYSE).

Bursa Saham Shanghai

Bursa saham ini didirikan pada 26 November 1990, dan beroperasi pada 19 Desember 1990. Bursa saham ini merupakan organisasi nirlaba yang dikelola China Securities Regulatory Commision. Indeks pasar saham utama ini adalah SSE Composite.

Shanghai Stock Exchange adalah bursa saham dari semua saham yang terletak di Republik Rakyat Tiongkok. Bursa ini memiliki 50 perusahaan besar yang memilik nilai kapitalisasi terbesar antara lain: Air China, Bank of China, Bank of Communications, China Petroleum and Chemical dan lain-lainnya.

Bursa saham ini meski tidak sepenuhnya terbuka untuk investor asing, akan tetapi operasi bursa saham ini independen di China. Kategori yang ditransaksikan di bursa saham ini antara lain saham, obligasi dan dana. Kapitalisasi pasar saham mencapai US$ 2.469 miliar pada 2013.

Shanghai Stock Exchange patut dianugrahi sebagai bursa saham paling bergairah di Dunia. Bagaimana tidak dengan nilai kapitalisasi sebesar US$ 3.986 miliyar namun mampu melakukan transaksi sebesar US$ 1.278 miliyar, lebih besar dari NASDAQ dan hampir mengalahkan NYSE. Sayangnya bursa saham shanghai ini dikhususkan untuk pasar china saja.

Bursa Saham Jepang

Japan Exchange Group adalah bursa saham terbesar di Asia ini merupakan gabungan bursa saham Tokyo dan Osaka di Jepang. Bursa yang dikenal dengan nama Nikkei ini memiliki 225 perusahaan yang terdaftar, mulai dari sektor makanan, otomotif, hingga perusahaan jasa.

Banyak perusahaan besar di Asia khususnya yang berasal dari Jepang memperjualbelikan sahamnya disini seperti: Ajinomoto, Hino Motors, Honda Motors, Suzuki Motors, The Bank of Yokohama, dan lain-lainnya.

Bursa saham grup Jepang  terdiri dari bursa saham Tokyo dan Osaka Securities Exchane. Kapitalisasi pasar sahamnya mencapai US$ 4.543,17 miliar pada 2013. Bursa saham ini dipisahkan menjadi beberapa bagian berbeda.  Bagian pertama merupakan tempat perdagangan saham untuk perusahaan besar. Bagian kedua, perusahaan-perusahaan menengah melakukan bisnis.

Bursa Saham London

London Stock Exchange merupakan bursa saham tertua di dunia yang sudah berdiri sejak tahun 1801. Bursa saham terbesar di Eropa ini selain bermarkas di London  juga merupakan induk dari Borsa Italia. Kapitalisasi pasar saham bursa efek London mencapai US$ 6.187 miliar. Grup bursa efek London terdiri dari bursa efek London dan Borsa Italiana, dengan nilai transaksi US$ 165 miliar tiap bulan.

Bursa Saham NYSE Euronext

Seperti namanya, Euronext European Union adalah sebuah persatuan dari beberapa bursa saham di Eropa dan menjadi bursa saham global pertama di dunia dibawah naungan NYSE Euronext. Amsterdam, Brussels, Lisbon, hingga Paris adalah markas besar Euronext Europen Union ini. Pada akhir tahun 2015 Bursa global asal Eropa ini mampu mencapai kapitalisasi pasar US$ 3.321 miliyar dengan transaksi bulanan US$ 184 miliyar.

 

Referensi:

http://www.idx.co.id

http://bisnis.liputan6.com/read/2485623/rata-rata-nilai-transaksi-harian-di-bei-naik-1844-persen

http://chromler.com/blog/10-bursa-saham-terbesar-dunia/

http://bisnis.liputan6.com/read/2044267/10-bursa-saham-terbesar-di-dunia

 

By andrianhermawan

TEORY KEAGENAN (AGENCY THEORY)

 

Teori keagenan merupakan basis teori yang mendasari praktik bisnis perusahaan yang dipakai selama ini. Teori tersebut berakar dari sinergi teori ekonomi, teori keputusan, sosiologi, dan teori organisasi. Prinsip utama teori ini menyatakan adanya hubungan kerja antara pihak yang memberi wewenang yaitu investor dengan pihak yang menerima wewenang (agensi) yaitu manajer.

Pemisahan pemilik dan manajemen di dalam literatur akuntansi disebut dengan Agency Theory (teori keagenan). Teori ini merupakan salah satu teori yang muncul dalam perkembangan riset akuntansi yang merupakan modifikasi dari perkembangan model akuntansi keuangan dengan menambahkan aspek perilaku manusia dalam model ekonomi. Teori agensi mendasarkan hubungan kontrak antara pemegang saham/pemilik dan manajemen/manajer. Menurut teori ini hubungan antara pemilik dan manajer pada hakekatnya sukar tercipta karena adanya kepentingan yang saling bertentangan.

Dalam teori keagenan (agency theory), hubungan agensi muncul ketika satu orang atau lebih (principal) memperkerjakan orang lain (agent) untuk memberikan suatu jasa dan kemudian mendelegasikan wewenang pengambilan keputusan kepada agent tersebut. Hubungan antara principal dan agent dapat mengarah pada kondisi ketidakseimbangan informasi (asymmetrical information) karena agent berada pada posisi yang memiliki informasi yang lebih banyak tentang perusahaan dibandingkan dengan principal. Dengan asumsi bahwa individu-individu bertindak untuk memaksimalkan kepentingan diri sendiri, maka dengan informasi asimetri yang dimilikinya akan mendorong agent untuk menyembunyikan beberapa informasi yang tidak diketahui principal. Dalam kondisi yang asimetri tersebut, agent dapat mempengaruhi angka-angka akuntansi yang disajikan dalam laporan keuangan dengan cara melakukan manajemen laba.

Salah satu cara yang di gunakan untuk memonitor masalah kontrak dan membatasi perilaku opportunistic manajemen adalah corporate governance. Prinsip-prinsip pokok corporate governance yang perlu diperhatikan untuk terselenggaranya praktik good corporate governance adalah; transparansi (transparency), akuntabilitas (accountability), keadilan (fairness), dan responsibilitas (responsibility). Corporate governance diarahkan untuk mengurangi asimetri informasi antara principal dan agent yang pada akhirnya diharapkan dapat meminimalkan tindakan manajemen laba.

Kemudian, masalah keagenan juga akan timbul jika pihak manajemen atau agen perusahaan tidak atau kurang memiliki saham biasa perusahaan tersebut. Karena dengan keadaan ini menjadikan pihak manajemen tidak lagi berupaya untuk memaksimumkan keuntungan perusahaan dan mereka berusaha untuk mengambil keuntungan dari beban yang ditanggung oleh pemegang saham. Cara yang dilakukan pihak manajemen adalah dalam bentuk peningkatan kekayaan dan juga dalam bentuk kesenangan dan fasilitas perusahaan. Dijelaskan dalam Jensen dan Meckling (1976), Jensen (1986), Weston dan Brigham (1994), bahwa masalah keagenan dapat terjadi dalam 2 bentuk hubungan, yaitu; (1)antara pemegang saham dan manajer, dan (2)antara pemegang saham dan kreditor. Jika suatu perusahaan berbentuk perusahaan perorangan yang dikelola sendiri oleh pemiliknya, maka dapat diasumsikan bahwa manajer–pemilik tersebut akan mengambil setiap tindakan yang mungkin, untuk memperbaiki kesejahteraannya, terutama diukur dalam bentuk peningkatan kekayaan perorangan dan juga dalam bentuk kesenangan dan fasilitas eksekutif. Tetapi, jika manajer mempunyai porsi sebagai pemilik dan mereka mengurangi hak kepemilikannya dengan membentuk perseroan dan menjual sebagian saham perusahaan kepada pihak luar, maka pertentangan kepentingan bisa segera timbul. Keadaan ini menjadikan manajer mungkin saja tidak sedemikian gigih lagi untuk memaksimumkan kekayaan pemegang saham karena jatahnya atas kekayaan tersebut telah berkurang sesuai dengan pengurangan kepemilikan mereka. Atau mungkin saja manajer menetapkan gaji yang besar bagi dirinya atau menambah fasilitas eksekutif, karena sebagian di antaranya akan menjadi beban pemegang saham lainnya

Jensen dan Meckling dalam Isnanta (2008),  menyatakan bahwa teori keagenan mendeskripsikan pemegang saham sebagai prinsipal dan manajemen sebagai agen. Manajemen merupakan pihak yang dikontrak oleh pemegang saham untuk bekerja demi kepentingan pemegang saham. Untuk itu manajemen diberikan sebagian kekuasaan untuk membuat keputusan bagi kepentingan terbaik pemegang saham. Oleh karena itu, manajemen wajib mempertanggungjawabkan semua upayanya kepada pemegang saham. Karena unit analisis dalam teori keagenan adalah kontrak yang melandasi hubungan antara prinsipal dan agen, maka fokus dari teori ini adalah pada penentuan kontrak yang paling efisien yang mendasari hubungan antara prinsipal dan agen. Untuk memotivasi agen maka prinsipal merancang suatu kontrak agar dapat mengakomodasi kepentingan pihak-pihak yang terlibat dalam kontrak keagenan.

Kontrak  yang efisien adalah kontrak yang memenuhi dua faktor, yaitu :
1.    Agen dan pinsipal memiliki informasi yang simetris artinya baik agen maupun majikan memiliki kualitas dan jumlah informasi yang sama sehingga tidak terdapat informasi tersembunyi yang dapat digunakan untuk keuntungan dirinya sendiri
2.    Risiko yang dipikul agen berkaitan  dengan imbal jasanya adalah kecil yang berarti agen  mempunyai kepastian yang tinggi mengenai imbalan yang diterimanya.
Pada kenyataannya informasi simetris itu tidak pernah terjadi, karena manajer berada didalam perusahaan sehingga manajer mempunyai banyak informasi mengenai perusahaan,sedangkan prinsipal sangat jarang atau bahkan tidak pernah datang ke perusahaan sehingga informasi yang diperoleh sangat sedikit. Hal ini menyebabkan kontrak efisien tidak pernah terlaksana sehingga hubungan agen  dan prinsipal selalu dilandasi oleh asimetri informasi. Agen sebagai pengendali perusahaan pasti memiliki informasi yang lebih baik dan lebih banyak dibandingkan dengan prinsipal. Di samping itu, karena verifikasi sangat sulit dilakukan, maka tindakan agen pun sangat sulit untuk diamati. Dengan demikian, membuka peluang agen untuk memaksimalkan kepentingannya sendiri dengan melakukan tindakan yang tidak semestinya atau sering disebut disfunctional behaviour, dimana tindakan ini dapat merugikan prinsipal, baik memanfaatkan aset perusahaan untuk kepentingan pribadi, maupun perekayasaan kinerja perusahaan.

Salah satu hipotesis dalam teori ini adalah bahwa manajemen dalam mengelolah perusahaan cenderung lebih mementingkan kepentingan pribadinya daripada meningkatkan nilai perusahaan. Contoh nyata yang dominan terjadi dalam kegiatan perusahaan dapat disebabkan karena pihak agensi memiliki informasi keuangan daripada pihak prinsipal (keunggulan informasi), sedangkan dari pihak prinsipal boleh jadi memanfaatkan kepentingan pribadi atau golongannya sendiri (self-interest) karena memiliki keunggulan kekuasaan (discretionary power).

 

reveransi :
1. blog ahmad naruli ( teori keagenan )
2. makalah Gde Eka Pudja
3. makalah Rama Surayuda
5. skripsi Indra dewi suryani ( UNDIP Semarang 2010 )
6. makalah Universitas 17 agustus 1945 fakultas ekonomi Samarinda

 

By andrianhermawan

SKANDAL MANIPULASI LAPORAN KEUANGAN PT. KAI TAHUN 2006

 

Diduga terjadi manipulasi data dalam laporan keuangan PT KAI tahun 2005, perusahaan BUMN itu dicatat meraih keutungan sebesar Rp, 6,9 Miliar. Padahal apabila diteliti dan dikaji lebih rinci, perusahaan seharusnya menderita kerugian sebesar Rp. 63 Miliar. Komisaris PT KAI Hekinus Manao yang juga sebagai Direktur Informasi dan Akuntansi Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara Departemen Keuangan mengatakan, laporan keuangan itu telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik S. Manan.  Audit terhadap laporan keuangan PT KAI untuk tahun 2003 dan tahun-tahun sebelumnya dilakukan oleh Badan Pemeriksan Keuangan (BPK), untuk tahun 2004 diaudit oleh BPK dan akuntan publik.

Hasil audit tersebut kemudian diserahkan direksi PT KAI untuk disetujui sebelum disampaikan dalam rapat umum pemegang saham, dan komisaris PT KAI yaitu Hekinus Manao menolak menyetujui laporan keuangan PT KAI tahun 2005 yang telah diaudit oleh akuntan publik ditemukan adanya kejanggalan dari laporan keuangan PT KAI tahun 2005 :

  1. Pajak pihak ketiga sudah tiga tahun tidak pernah ditagih, tetapi dalam laporan keuangan itu dimasukkan sebagai pendapatan PT KAI selama tahun 2005.
  2. Kewajiban PT KAI untuk membayar surat ketetapan pajak (SKP) pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar Rp 95,2 Miliar yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak pada akhir tahun 2003 disajikan dalam laporan keuangan sebagai piutang atau tagihan kepada beberapa pelanggan yang seharusnya menanggung beban pajak itu. Padahal berdasarkan Standart Akuntansi, pajak pihak ketiga yang tidak pernah ditagih itu tidak bisa dimasukkan sebagai aset. Di PT KAI ada kekeliruan direksi dalam mencatat penerimaan perusahaan selama tahun 2005.
  3. Penurunan nilai persediaan suku cadang dan perlengkapan sebesar Rp 24 Miliar yang diketahui pada saat dilakukan inventarisasi tahun 2002 diakui manajemen PT KAI sebagai kerugian secara bertahap selama lima tahun. Pada akhir tahun 2005 masih tersisa saldo penurunan nilai yang belum dibebankan sebagai kerugian sebesar Rp 6 Miliar, yang seharusnya dibebankan seluruhnya dalam tahun 2005.
  4. Bantuan pemerintah yang belum ditentukan statusnya dengan modal total nilai komulatif sebesar Rp 674,5 Miliar dan penyertaan modal negara sebesar Rp 70 Miliar oleh manajemen PT KAI disajikan dalam neraca per 31 Desember 2005 sebagai bagian dari hutang. Akan tetapi menurut Hekinus bantuan pemerintah dan penyertaan modal harus disajikan sebagai bagian dari modal perseroan.
  5. Manajemen PT KAI tidak melakukan pencadangan kerugian terhadap kemungkinan tidak tertagihnya kewajiban pajak yang seharusnya telah dibebankan kepada pelanggan pada saat jasa angkutannya diberikan PT KAI tahun 1998 sampai 2003.

Perbedaan pendapat terhadap laporan keuangan antara komisaris dan auditor akuntan publik terjadi karena PT KAI tidak memiliki tata kelola perusahaan yang baik. Ketiadaan tata kelola yang baik itu juga membuat komite audit (komisaris) PT KAI baru bisa dibuka akses terhadap laporan keuangan setelah diaudit akuntan publik. Akuntan publik yang telah mengaudit laporan keuangan PT KAI tahun 2005 segera diperiksa oleh Badan Peradilan Profesi Akuntan Publik. Jika terbukti bersalah, akuntan publik itu diberi sanksi teguran atau pencabutan izin praktek.

Sumber: (Harian KOMPAS Tanggal 5 Agustus 2006 dan 8 Agustus 2006).

 

Analisis :

Kasus diatas bertentangan dengan prinsip-prinsip etika akuntan yang sebagai berikut:

  1. Tanggungjawab profesi

Ketika melaksanakan tanggungjawabnya sebagai seorang profesional, setiap anggota harus mempergunakan pertimbangan moral dan juga profesional didalam semua aktivitas/kegiatan yang dilakukan. Berdasarkan kasus diatas, dapat disimpulkan bahwa akuntan internal perusahaan dan auditor tidak bertanggungjawab terhadap hasil kerja dan audit yang mereka lakukan. Akuntan internal perusahaan telah melakukan kesalahan dalam pencatatan laporan keuangan yang tidak sesuai dengan prinsip pencatatan yang berlaku umum dan auditor yang seharusnya mengevaluasi kewajaran laporan keuangan tersebut pun tidak menyadari kesalahan pencatatan yang dilakukan pleh akuntan internal perusahaan.

  1. Kepentingan publik

Setiap anggota harus senantiasa bertindak dalam krangka memberikan pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan yang diberikan publik, serta menunjukkan komitmennya sebagai profesional. Berdasarkan kasus diatas, diketahui bahwa hasil kerja yang dilakukan akuntan internal perusahaan dan auditor tidak berpihak pada kepentingan publik. Laporan keuangan yang dimanipulasi merugikan dan menyesatkan banyak pihak khususnya pihak-pihak yang berkepentingan dengan laporan keuangan tersebut karena laporan keuangan merupakan acuan bagi pihak-pihak yang ingin berinvestasi pada perusahaan tersebut.

  1. Integritas

Guna menjaga dan juga untuk meningkatkan kepercayaan publik, tiap tiap anggota wajib memenuhi tanggungjawabnya sebagai profesional dengan tingkat integritas yang setinggi mungkin. Berdasarkan kasus diatas, dapat disimpulkan bahwa integritas dari akuntan internal perusahaan dan auditor sangat diragukan. Kinerja kedua pihak ini sudah tidak bisa dipercaya lagi karena dugaan manipulasi laporan keuangan yang mereka lakukan.

  1. Objektivitas

Tiap individu anggota berkeharusan untuk menjaga tingkat keobyektivitasnya dan terbebas dari benturan-benturan kepentingan dalam menjalankan tugas kewajiban profesionalnya. Berdasarkan kasus diatas, dapat disimpulkan bahwa akuntan internal perusahaan tidak objektif karena tidak menyajikan laporan keuangan sesuai dengan bukti transaksi yang ada.

  1. Kompetensi dan kehati-hatian

Tiap anggota harus menjalankann jasa profesional dengan kehati hatian, kompetensi dan ketekunan serta memiliki kewajiban memepertahankan keterampilan profesional pada tingkatan yang dibutuhkan guna memastikan bahwa klien mendapatkan manfaat dari jasa profesional yang diberikan dengan kompeten berdasar pada perkembangan praktek, legislasi serta teknik yang mutahir.

  1. Kerahasiaan

Anggota harus menghormati kerahasiaan informasi selama melaksanakan jasa profisional dan juga tak boleh menggunakan ataupun mengungkapkan informasi tersebut jika tanpa persetujua terlebih dahulu kecuali memiliki hak ataupun kewajiban sebagai profesional atau juga hukum untuk mengungkapkan informasinya. Berdasarkan kasus diatas, disimpulkan bahwa akuntan internal perusahaan kurang memiliki kompetensi dan kehati-hatian dalam menyusun laporan keuangan dimana terlihat dari adanya beberapa transaksi yang salah diidentifikasi sehingga berakibat pada salahnya penyusunan laporan keuangan. Begitu pula dengan auditor yang tidak menyadari kesalahan penyajian laporan keuangan yang dibuat oleh akuntan internal perusahaan.

  1. Prilaku profesional

Tiap anggota wajib untuk berperilaku konsisten dengan reputasi jang baik dan menjauhi kegiatan/tindakan yang bisa mendiskreditkan profesi. Berdasarkan kasus diatas, akuntan internal perusahaan dan auditor tidak melakukan pekerjaan secara profesional karena diindikasikan kedua pihak ini sengaja memanipulasi laporan keuangan.

  1. Standar teknis

Anggota harus menjalankan jasa profesional sesuai standar tehknis dan standard proesional yang berhubungan/relevan. tiap tiap anggota memiliki kewajiban melaksanakan penugasan dari klien selama penugasan tersebut tidak berseberangan dengan prinsip integritas dan prinsip objektivitas. Berdasarkan kasus diatas, dalam penyusunan laporan keuangan yang dilakukan akuntan internal perusahaan tidak sesuai dengan prinsip pencatatan yang berlaku umum dan auditor diindikasi tidak melakukan kewajibannya dengan benar dan bersebrangan dengan prinsip seorang auditor.

 

By andrianhermawan

PELANGGARAN ETIKA PADA KASUS GAYUS TAMBUNAN

 

Berawal tudingan Mantan Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Susno Duadji tentang adanya praktek mafia hukum di tubuh Polri dalam penanganan kasus money laundring oknum pegawai pajak bernama Gayus Halomoan Tambunan yang merembet kepada Kejaksaan Agung dan Tim Jaksa Peneliti, Tim Jaksa Peneliti akhirnya bersuara mengungkap kronologis penanganan kasus Gayus H. Tambunan. Berikut ini kronologis penanganan kasus Gayus H. Tambunan menurut Tim Peneliti Kejaksaan Agung.

 

Kasus bermula dari kecurigaan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terhadap rekening milik Gayus H. Tambunan di Bank Panin. Polri kemudian melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Tanggal 7 Oktober 2009 penyidik Bareskrim Mabes Polri menetapkan Gayus H. Tambunan sebagai tersangka dengan mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

 

Dalam berkas yang dikirimkan penyidik Polri kepada kejaksaan, Gayus H. Tambunan dijerat dengan tiga pasal berlapis yakni pasal korupsi, pencucian uang, dan penggelapan. Hal ini karena Gayus H. Tambunan adalah seorang pegawai negeri dan memiliki dana Rp. 25 miliar di Bank Panin.

 

Hasil penelitian jaksa menyebutkan bahwa hanya terdapat satu pasal yang terbukti terindikasi kejahatan dan dapat dilimpahkan ke Pengadilan, yaitu penggelapan namun hal ini tidak terkait dengan uang senilai Rp. 25 milliar yang diributkan PPATK dan Polri. Untuk korupsi terkait dana Rp.25 milliar tidak dapat dibuktikan karena dalam penelitian ternyata uang tersebut merupakan produk perjanjian Gayus dengan Andi Kosasih. Andi Kosasih adalah pengusaha garmen asal Batam yang mengaku pemilik uang senilai hampir Rp. 25 miliar di rekening Bank Panin milik Gayus H. Tambunan. Hal ini didukung dengan adanya perjanjian tertulis antara terdakwa (Gayus H. Tambunan) dan Andi Kosasih yang ditandatangani tanggal 25 Mei 2008.

 

Menurut Cirrus Sinaga selaku anggota Tim Jaksa Peneliti kasus Gayus, Gayus H. Tambunan dan Andi Kosasih awalnya berkenalan di pesawat. Kemudian keduanya berteman karena merasa sama-sama besar, tinggal dan lahir di Jakarta Utara. Karena pertemanan keduanyalah Andi Kosasih meminta Gayus H. Tambunan mencarikan tanah dua hektar untuk membangun ruko di kawasan Jakarta Utara. Biaya yang dibutuhkan untuk pengadaan tanah tersebut sebesar US$ 6 juta. Namun Andi Kosasih baru menyerahkan uang sebesar US$ 2.810.000. Andi menyerahkan uang tersebut kepada Gayus melalui transaksi tunai di rumah orang tua istri Gayus lengkap dengan kwitansinya, sebanyak enam kali yaitu pada tanggal 1 Juni 2008 sebesar US$ 900.000, tanggal 15 September 2008 sebesar US$ 650.000, tanggal 27 Oktober 2008 sebesar US$ 260.000, tanggal 10 November 2008 sebesar US$ 200.000, tanggal 10 Desember 2008 sebesar US$ 500.000, dan terakhir pada tanggal 16 Februari 2009 sebesar US$ 300.000. Andi Kosasih menyerahkan uang tersebut karena dia percaya kepada Gayus H. Tambunan.

 

Menurut Cirrus Sinaga, dugaan money laundring hanya tetap menjadi dugaan karena Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) sama sekali tidak dapat membuktikan uang senilai Rp. 25 milliar tersebut merupakan uang hasil kejahatan pencucian uang (money laundring). PPATK telah dihadirkan dalam kasus tersebut sebagai saksi. Dalam proses perkara, PPATK tidak bisa membuktikan transfer rekening yang diduga tindak pidana.

 

Dari perkembangan proses penyidikan kasus tersebut, ditemukan juga adanya aliran dana senilai Rp 370 juta di rekening lainnya di Bank BCA milik Gayus H. Tambunan. Uang tersebut diketahui berasal dari dua transaksi yaitu dari PT.Mega Cipta Jaya Garmindo. PT. Mega Cipta Jaya Garmindo adalah perusahaan milik pengusaha Korea, Mr. Son dan bergerak di bidang garmen. Transaksi dilakukan dalam dua tahap yaitu pada tanggal 1 September 2007 sebesar Rp. 170 juta dan 2 Agustus 2008 sebesar Rp. 200 juta.

 

Setelah diteliti dan disidik, uang senilai Rp.370 juta tersebut diketahui bukan merupakan korupsi dan money laundring tetapi penggelapan pajak murni. Uang tersebut dimaksudkan untuk membantu pengurusan pajak pendirian pabrik garmen di Sukabumi. Namun demikian, setelah dicek, pemiliknya Mr Son, warga Korea, tidak diketahui berada di mana. Uang tersebut masuk ke rekening Gayus H. Tambunan tetapi ternyata Gayus tidak urus pajaknya. Uang tersebut tidak digunakan oleh Gayus dan tidak dikembalikan kepada Mr. Son sehingga hanya diam di rekening Gayus. Berkas P-19 dengan petujuk jaksa untuk memblokir dan kemudian menyita uang senilai Rp 370 juta tersebut. Dalam petunjuknya, jaksa peneliti juga meminta penyidik Polri menguraikan di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) keterangan tersebut beserta keterangan tersangka (Gayus H. Tambunan).

 

Dugaan penggelapan yang dilakukan Gayus diungkapkan Cirrus Sinaga secara terpisah dan berbeda dasar penanganannya dengan penanganan kasus money laundring, penggelapan dan korupsi senilai Rp. 25 milliar yang semula dituduhkan kepada Gayus. Cirrus dan jaksa peneliti lain tidak menyinggung soal Rp 25. milliar lainnya dari transaksi Roberto Santonius, seorang konsultan pajak. Kejaksaan pun tak menyinggung apakah mereka pernah memerintahkan penyidik Polri untuk memblokir dan menyita uang dari Roberto ke rekening Gayus senilai Rp 25 milyar itu.

 

Sebelumnya, penyidik Polri melalui AKBP Margiani, dalam keterangan persnya mengungkapkan bahwa jaksa peneliti dalam petunjuknya (P-19) berkas Gayus memerintahkan penyidik untuk menyita besaran tiga transaksi mencurigakan di rekening Gayus. Adapun tiga transaksi itu diketahui berasal dari dua pihak, yaitu Roberto Santonius dan PT. Mega Jaya Citra Termindo. Transaksi yang berasal dari Roberto, yang diketahui sebagai konsultan pajak bernilai Rp. 25 juta, sedangkan dari PT. Mega Jaya Citra Termindo senilai Rp. 370 juta. Transaksi itu terjadi pada tanggal 18 Maret, 16 Juni dan 14 Agustus 2009. Uang senilai Rp. 395 juta tersebut disita berdasarkan petunjuk dari jaksa peneliti kasus itu.

 

Berkas Gayus dilimpahkan ke pengadilan. Jaksa mengajukan tuntutan 1 (satu) tahun dan masa percobaan 1 (satu) tahun. Dari pemeriksaan atas pegawai Direktorat Jenderal Pajak itu sebelumnya, beredar kabar bahwa ada “guyuran” sejumlah uang kepada polisi, jaksa, hingga hakim masing-masing Rp 5 miliar. Diduga gara-gara ‘guyuran’ uang tersebut Gayus terbebas dari hukuman. Dalam sidang di Pengadilan Negeri Tangerang tanggal 12 Maret 2010, Gayus yang hanya dituntut satu tahun percobaan, dijatuhi vonis bebas.

 

Menurut Yunus Husein, Ketua PPATK, “Mengalirnya uang belum kelihatan kepada aparat negara atau kepada penegak hukum. Namun anehnya penggelapan ini tidak ada pihak pengadunya, pasalnya perusahaan ini telah tutup. Sangkaan inilah yang kemudian maju ke persidangan Pengadilan Negeri Tangerang. Di Pengadilan Negeri Tangerang, Gayus tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan. Hasilnya, Gayus divonis bebas.”

 

Sosok Gayus dinilai amat berharga karena ia termasuk saksi kunci dalam kasus dugaan makelar kasus serta dugaan adanya mafia pajak di Direktorat Jenderal Pajak. Belum diketahui apakah Gayus melarikan diri lantaran takut atau ada tangan-tangan pihak tertentu yang membantunya untuk kabur supaya kasus yang membelitnya tidak terbongkar sampai ke akarnya. Satgas Pemberantasan Mafia Hukum meyakini kasus Gayus H. Tambunan bukan hanya soal pidana pengelapan melainkan ada juga pidana korupsi dan pencucian uang.

 

Gayus diketahui berada di Singapura. Dia meninggalkan Indonesia pada Rabu 24 Maret 2010 melalui Bandara Soekarno-Hatta. Namun dia pernah memberikan keterangan kepada Satgas kalau praktek yang dia lakukan melibatkan sekurang-kurangnya 10 rekannya. Imigrasi tidak mengetahui posisi Gayus.

 

Satgas Pemberantasan Mafia Hukum mengatakan bahwa kasus markus pajak dengan aktor utama Gayus H. Tambunan melibatkan sindikasi oknum polisi, jaksa, dan hakim. Satgas menjamin oknum-oknum tersebut akan ditindak tegas oleh masing-masing institusinya, koordinasi perkembangan ketiga lembaga tersebut terus dilakukan bersama Satgas. Ketiga lembaga tersebut sudah berjanji akan melakukan proses internal. Kasus ini merupakan sindikasi (jaringan) antar berbagai lembaga terkait.

 

Perkembangan selanjutnya kasus Gayus melibatkan Komjen Susno Duadji, Brigjen Edmond Ilyas, Brigjen Raja Erisman. Setelah 3 kali menjalani pemeriksaan, Komjen Susno Duadji menolak diperiksa Propam. Alasannya, dasar aturan pemeriksaan sesuai dengan Pasal 45, 46, 47, dan 48 UU No 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, Pasal 25 Perpres No. I Tahun 2007 tentang Pengesahan Pengundangan dan Penyebarluasan Peraturan, harus diundangkan menteri dalam hal ini Menteri Hukum dan HAM.

 

Komisi III DPR menyatakan siap memberi perlindungan hukum untuk Komjen Susno Duadji. Pada tanggal 30 Maret 2010, polisi telah berhasil mendeteksi posisi keberadaan Gayus di negara Singapura dan menunggu koordinasi dengan pihak pemerintah Singapura untuk memulangkan Gayus ke Indonesia. Polri mengaku tidak akan seenaknya melakukan tindakan terhadap Gayus meski yang bersangkutan telah diketahui keberadaannya di Singapura.

 

Pada tanggal 31 Maret 2010, Tim Penyidik Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri memeriksa tiga orang sekaligus. Selain Gayus H. Tambunan dan Brigjen Edmond Ilyas, ternyata Brigjen Raja Erisman juga ikut diperiksa. Pemeriksaan dilakukan oleh tiga tim berbeda. Tim pertama memeriksa berkas lanjutan pemeriksaan Andi Kosasih, tim kedua memeriksa adanya keterlibatan anggota polri dalam pelanggaran kode etik profesi, dan tim ketiga menyelidiki keberadaan dan tindak lanjut aliran dana rekening Gayus.

 

Pada tanggal 7 April 2010, Komisi III DPR mengendus seorang jenderal bintang tiga di Kepolisian diduga terlibat dalam kasus Gayus H. Tambunan dan seseorang bernama Syahrial Johan ikut terlibat dalam kasus penggelapan pajak yang melibatkan Gayus H. Tambunan, dari Rp. 24 milliar yang digelapkan Gayus, Rp. 11 milliar mengalir kepada pejabat kepolisian, Rp. 5 milliar kepada pejabat kejaksaan dan Rp. 4 milliar di lingkungan kehakiman, sedangkan sisanya mengalir kepada para pengacara

Sumber:(Kronologis kasus gayus ini diambil dari blog SIR MR SRI TAMIANG yang diposkan hari Minggu tanggal 13 Maret 2011 dengan pengeditan kata seperlunya.)

Analisis secara umum:

Berdasarkan kasus diatas, seharusnya Gayus selaku pegawai pajak melakukan pertanggungjawaban sebagai profesional yang senantiatasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam setiap kegiatan yang dilakukannya. Selain itu seharusnya tidak melanggar prinsip etika profesi yang kedua,yaitu kepentingan publik, yaitu dengan cara menghormati kepercayaan publik. Kemudian tetap memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik sesuai dengan prinsip integritas. Seharusnya tidak melanggar juga prinsip obyektivitas yaitu dimana setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.

Analisis secara khusus:

  1. Tanggung Jawab Profesi.

Ketika melaksanakan tanggungjawabnya sebagai seorang profesional, setiap anggota harus mempergunakan pertimbangan moral dan juga profesional didalam semua aktivitas/kegiatan yang dilakukan. Berdasarkan kasus diatas, Gayus melanggar prinsip ini karena kegiatan menyimpang yang dilakukan Gayus tidak didasari dengan pertimbangan moral dan tidak profesional. Menerima suap dan mengatur kasus perpajakan adalah prilaku Gayus yang melanggar prinsip kode etik tanggung jawab profesi ini.

  1. Kepentingan Publik,

Setiap anggota harus senantiasa bertindak dalam krangka memberikan pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan yang diberikan publik, serta menunjukkan komitmennya sebagai profesional. Berdasarkan kasus diatas, Dengan Gayus menerima suap dari perusahaan yang menginginkan pembayaran pajak mereka lebih kecil, maka otomatis prinsip ini dilanggar. Karena jika Gayus menerima suap, maka jumlah pajak yang diterima negara tidak sebesar seharusnya.

  1. Integritas

Guna menjaga dan juga untuk meningkatkan kepercayaan publik, tiap tiap anggota wajib memenuhi tanggungjawabnya sebagai profesional dengan tingkat integritas yang setinggi mungkin. Bedasarkan kasus diatas, menunjukan bahwa Gayus melanggar prinsip kode etik ini, Gayus telah mengutamakan kepentingan pribadinya dibandingkan kepentingan publik.

  1. Obyektivitas

Tiap individu anggota berkeharusan untuk menjaga tingkat keobyektivitasnya dan terbebas dari benturan-benturan kepentingan dalam menjalankan tugas kewajiban profesionalnya. Berdasarkan kasus diatas, Gayus tidak bersikap objektif dalam menjalankan tugasnya. Sebagai pegawai Dirjen Pajak seharusnya dia dapat bersikap objektif terhadap wajib pajak. tetapi yang dilakukan malah membantu wajib pajak untuk menang dalam pengadilan pajak dan menerima imbalan atas jasa tersebut.

  1. Kompetensi dan sifat kehati hatian

Tiap anggota harus menjalankann jasa profesional dengan kehati hatian, kompetensi dan ketekunan serta memiliki kewajiban memepertahankan keterampilan profesional pada tingkatan yang dibutuhkan guna memastikan bahwa klien mendapatkan manfaat dari jasa profesional yang diberikan dengan kompeten berdasar pada perkembangan praktek, legislasi serta teknik yang mutahir. Dalam prinsip ini memang Gayus memperlakukan kliennya dengan sangat baik. Akan tetapi Gayus melanggar satu hal yang sangat penting dalam prinsip ini yaitu sikap hati-hati dan profesionalnya.

  1. Perilaku Profesional

Tiap anggota wajib untuk berperilaku konsisten dengan reputasi jang baik dan menjauhi kegiatan/tindakan yang bisa mendiskreditkan profesi. Hal ini yang dilanggar oleh Gayus, Gayus telah melakukan tindakan yang membuat institusi dan pekerjaan sebagai pegawai Dirjen Pajak sama seperti sarang korupsi.

  1. Standar Teknis

Anggota harus menjalankan jasa profesional sesuai standar tehknis dan standard proesional yang berhubungan/relevan. tiap tiap anggota memiliki kewajiban melaksanakan penugasan dari klien selama penugasan tersebut tidak berseberangan dengan prinsip integritas dan prinsip objektivitas. Berdasarkan kasus diatas, Jelas terlihat bahwa prilaku Gayus sangat menyimpang dari standar pekerjaan aparat Dirjen Pajak. Aparat Dirjen Pajak dilarang keras menerima suap dari wajib pajak. Akan tetapi hal ini dilakukan oleh Gayus.

By andrianhermawan

KODE ETIK ARKEOLOGI INDONESIA

KODE ETIK ARKEOLOGI INDONESIA

Sebagai warganegara yang menyadari pentingnya warisan budaya bangsa, maka arkeolog Indonesia mengabdikan ilmu dan pengetahuan arkeologi dengan pemikiran, pendekatan, dan cara-cara yang positif ilmiah serta dengan penuh tanggung jawab kepada nusa dan bangsa. Sadar akan tanggung jawab tersebut, maka arkeolog Indonesia berkeyakinan bahwa setiap penyimpangan dari pelaksanaan tanggungjawab tersebut mencemarkan kehormatan, kedudukan, dan martabat arkeolog.

Pasal 1 Tanggung Jawab Terhadap Disiplin Ilmu

Seorang arkeolog harus senantiasa menjunjung tinggi dan menjaga integritas keilmuannya.

Seorang arkeolog dalam menyampaikan informasi hasil pekerjaannya harus jujur dan bertanggung jawab, berpegang teguh pada azas ilmiah dan menghargai hakekat kebenaran.

Seorang arkeolog harus senantiasa menjaga nama baik profesi.

Seorang arkeolog harus menghargai kebenaran ilmiah tanpa memandang siapa yang menyatakan.

Seorang arkeolog harus dapat mengukur kemampuannya dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan bidang keahliannya.

Pasal 2 Tanggung Jawab Terhadap Pemerintah

Seorang arkeolog harus berperan dan bertanggung jawab dalam mewujudkan pembangunan nasional.

Seorang arkeolog harus senantiasa memberi masukan kepada pemerintah dan daerah dalam menetapkan kebijakan penelitian, pelestarian, dan pemanfaatan sumberdaya budaya.

Seorang arkeolog harus patuh kepada ketentuan perundang-undangan yang berlaku mengenai pengelolaan tinggalan dan data arkeologi.

Pasal 3 Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat

Seorang arkeolog dalam kegiatannya harus memberikan manfaat kepada masyarakat.

Seorang arkeolog dalam kegiatannya harus menghormati pendapat, adat istiadat, serta hak milik.

Seorang arkeolog harus bersikap bijak dalam menyampaikan informasi hasil-hasil pekerjaannya.

Seorang arkeolog harus ikut aktif bersama-sama dengan anggota masyarakat lainnya untuk menjaga pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan sumberdaya budaya.

Pasal 4 Tangung Jawab Terhadap Teman Sejawat

Seorang arkeolog harus bersikap toleran terhadap sesama arkeolog dan para ahli ilmu bantu lainnya.

Seorang arkeolog harus berusaha membangun solidaritas sesama anggota profesi.

Seorang arkeolog harus mengutamakan kepentingan profesi daripada kepentingan pribadi dan golongan.

Hasil penelitian seorang akeolog yang berupa pengetahuan dan dokumen merupakan properti intelektualnya.

Pasal 5 Tanggung Jawab Terhadap Pemberi Kerja

Seorang arkeolog harus bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan perjanjian kerja.

Seorang arkeolog dapat merekomendasikan rekan seprofesinya kepada pemberi kerja sesuai dengan bidang keahliannya.

Pasal 6 Tanggung Jawab Terhadap Penyandang Dana

Seorang arkeolog wajib memaparkan secara jujur kualifikasi dan kemampuannnya dalam melaksanakan pekerjaannya.

Seorang arkeolog harus berhati-hati untuk tidak menjanjikan atau menerima persyaratan yang bertentangan etika profesi dan peraturan perundangan yang belaku.

Seorang arkeolog harus dapat mempertahankan prinsip kebenaran ilmiah tanpa intervensi penyandang dana.

Pasal 7 Penutup

Para arkeolog bekerja sama dalam melaksanakan pasal-pasal dalam Kode Etik Arkeolog Indonesia dan melakukan pengawasan terhadap efektivitas pelaksanaannya.

Para arkeolog menyerahkan penyelesaian permasalahan Kode Etik Arkeolog Indonesia kepada Dewan Pertimbangan Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia.

Jakarta, 12 September 2005

Sumber: https://id-id.facebook.com/notes/sugih-nugroho/kode-etik-arkeologi-indonesia/10151585093513307

By andrianhermawan

SEMINAR REPORT 5W+1H

Faculty of Economics, University of Indonesia in Depok held a national seminar on Capital Market on Wednesday (11/4/2014). Seminar with the theme “The Role of Universities in the development of Indonesian Capital Market” is a media socialization of capital markets in Depok and introduce Corner Indonesia Stock Exchange (BEI) in the community.

This event is one of a series of activities in the framework of the charter signing of the MoU and the inauguration of the BEI in UI Depok.

This event was attended by Business people, students and some related agencies in Depok. This event is filled by guest speaker Mr. Isharsaya, Head of Marketing Division of PT. BEI and President Director of PT Reliance Securities, Tbk, Hosea Nicky Hogan both of which are representative of the Faculty of Economics partners in the development of BEI in UI Depok.

By andrianhermawan

MAKING PARAGRAPHS CONCISE

1. We should be studied about mathematics such as simple arithmetik necessary that we have to interest rates on bank account and loans. So that we will be able to keep track of our finances and then we will not be bankrupt and poor.

Mathematics is also be required that we have to measure and calculate numbers when we cook such as mathematical fungtions like fractions or multiplication that we have to cut amounts in half or to double amounts for cooking. So that we being able to figure out the sums for cooking appropriate to the number of people are coming.

2. The electric street car was popular in the united state after 1880 when an engginer invented a cable that could run from wire overhead to a street car’s electric enggine. Because it was’nt necessary to have a dangerous electric rail running a long the street at ground level.

From 1880 on wards, the electric streetcar was popular in the USA. It was not polluting, very efficient, carrying large numbers of passengers and profitable for the companies, therfore automobile manufacturs and other business interest to get rid of all the streetcar in the big cities and replace them with buses and cars.

By andrianhermawan

Benefits of the english


To communicated and interact with global society. English is one of the kind international language who commonly used and as the most popular language in the world. English used daily by hundreds of millions of the world is population. We have interact with global society to increase our insight about all things in the world.

Another benefit of learning english is related with technology. There are many tekhnologies using the english as the main language like smartphone, computer and internet. The producers choose english as the main language in their products because english is global language who popularly used by global society. If we can speak english then we can easily operate and utilize these products to the maximum.

Useful for education. One of the keys to success is govern of knowledge. Many teacher requires student to have english book to familiarize students to use english. If we can understand english then more and more sources of reading who can be used as source to increase knowledge. Therefor, increasing govern of knowledge is the thing to do.

Appreciated in the world of work. In the era of globalization, the world of work is growing in expanding cooperation among countries then the role of english is needed. World of work provide high value to someone who can understand english. Many companies are looking for worker not only seen from a special expertise in appropriate profession but also workers who govern english so that the company can expand relations of cooperation and developing companies.

By andrianhermawan

TIPS MEMBELI POWERBANK

 

Salah satu yang disesalkan oleh banyak pengguna ponsel pintar atau smartphone adalah kinerja baterai yang cepat habis. Ini memang wajar mengingat banyaknya fitur canggih dan tangguh yang dijalankan sehingga imbasnya adalah daya baterai yang cepat terkuras. Pada akhirnya muncullah sebuah perangkat untuk mengakomodasi kebutuhan itu, ya powerbank namanya.

 

Powerbank merupakan sebuah produk yang bisa disebut juga sebagai charger portabel yang bisa dimana kemana-mana. Umumnya memiliki kapasitas 2-3 kali lebih besar daripada kapasitas baterai smartphone yang di kasih daya.

Meledaknya pengguna smartphone mengakibatkan powerbank menjadi sebuah perangkat yang banyak diburu. Power bank yang merupakan alat berbentuk power supply mobile tersebut sangat diperlukan ketika anda berada di luar ruangan atau sedang bepergian sehingga akan cukup sulit untuk menghubungkan ke daya listrik melalui charger biasa.

Ukuran powerbank sendiri saat ini cukup bervariatfi mulai dari kapasitas 1600mAh, 1800mAh, 2600mAh hingga 9000 mAh dengan berbagai merek yang berbeda-beda tergantung perusahaan mana yang memproduksi. Tapi anda harus berhati-hati dalam membeli powerbank. Ada banyak jenis powerbank tertentu yang secara tak disadari bisa merusak gadget kita. Nah berikut adalah Tips Membeli Powerbank yang Bagus :

1. Merk yang memproduksi

Hal pertama yang harus anda pertimbangkan mungkin dari merk yang memproduksi powerbank. Jangan asal beli karena saat ini banyak powerbank abal-abal dengan merek abal-abal pula yang untuk jangka panjang justru dapat merusak gadget. Merk yang bagus biasanya memiliki kualitas yang cukup terjamin.

2. Kapasitas

Kapasitas powerbank bisa menentukan berapa banyak kemampuan power bank tersebut bisa dimanfaatkan untuk pengisian daya baterai. Tentu saja powerbank dengan kapasitas yang real, serta output juga real akan sesuai kebutuhan kita.

3. Safety Protection

Safaty protection juga sangat penting demi keamanan pengguna. Untuk menguji keamanan, anda bisa melakukan beberapa hal berikut ini. Input output dalam satu buah powerbank di adukan sehingga output bekerja mengeluarkan daya kedalam powerbank itu sendiri.  Kemudian secara otomatis daya yang dimiliki powerbank tersebut akan habis. Sesudah daya dari powerbank habis tersebut apabila anda ingin mengisinya lagi ke perangkat gadget maka anda harus melakukan pengisian memakai adaptor yang dicolokan ke sebuah stop kontak listrik. Lakukanlah pengisian dari adaptor ke powerbank tersebut. Apabila powerbank mempunyai safety protection yang bagus maka powerbank tersebut tidak akan menimbulkan masalah apa-apa misal sebuah ledakan namun apabila safety protectionnya jelek maka powerbank tersebut akan ada sebuah masalah misalnya ledakan kecil.

4. Fitur

Beberapa powerbank tertentu memiliki fungsi diluar dari kemampuan powerbank sebagai pengisian daya misal fitur lampu senter atau WiFi. Ini akan membuat arus output yang tak stabil.

5. Cells

Cells adalah baterai yang digunakan. Saat ini yang memiliki cells yang bagus yang sering dijumpai adalah Japan Cells.

6. Colokan / Konektor

Saat ini powerbank bawaan menawarkan berbagai macam pilihan konektor yang tersedia di pasaran. Konektor yang jelek justru akan merusak smartphone. Sebaiknya gunakan saja konektor bawaan smartphone anda ketimbang konektor bawaan dari powerbank.

7. Garansi

Pilih powerbank yang memiliki garansi minimal 1 tahun. Ingat garansi harus resmi bukan garansi toko.

8. Harga dan kualitas

Harga memang tidak pernah bohong. Begitulah pepatah bilang. Powerbank dengan daya 5000mAh yang memiliki kualitas bagus harga pasarannya seharga Rp 300.000,-. atau lebih. So jangan tergiur sama powerbank abal-abal. Karena bisa aja dapat memperburuk gadget anda.

9. Keaslian Powerbank

Sebaiknya anda cari tahu terlebih dahulu mengenai jenis powerbank yang ingin dibeli. Saat ini ada banyak sekali jenis powerbank yang memiliki bentuk yang sama namun berbeda di merk. So anda harus teliti.

10. Model

Pilihlah model powerbank yang portable agar mudah dibawa-bawa.

By andrianhermawan

TIPS MEMBELI MOTOR BEKAS

 

 

Jika anda berniat membeli motor baru, jangan tertipu dari bodinya yang kinyis-kinyis saja, namun anda harus memperhatikan beberapa hal yang mutlak harus dipelototi. Beberapa diantaranya adalah :

 

1. Cek harga pasaran

 

Sebelum anda melakukan pencarian motor bekas yang akan anda beli, sebaiknya lakukan cek harga motor di pasaran terlebih dahulu baik dari koran, majalah atau mungkin bisa juga dari menu pabrikan di situs roda-dua.com

 

2. Cek nomor rangka dan mesin motor

 

Periksa nomor rangka dan mesin motor, lalu sesuaikan dengan nomor rangka serta nomor mesin yang tertera pada STNK maupun BPKB. Apabila sama belum tentu motor tersebut asli, Perhatikan lebih jelas apakah nomor rangka & mesin motor adalah asli dan bukan ketokan kasar (biasa penjual atau penadah motor curian mengubah nomor rangka dan mesin dengan cara di ketok)

 

Cek nomor polisi ke SMS layanan Polisi. caranya : ketik: Metro(spasi)nomor polisi

contoh : Metro B8118HJ Kirim ke 1717 (Hanya untuk wilayah Jakarta)

 

atau untuk wilayah Jawa Timur, silahkan anda ketik : JATIM L4444LY kirim ke 1717.

 

Anda akan segera dikirimi balasannya.

 

3. Cek kondisi fisik

 

Periksa kondisi body, spion, baut, dan lain sebagainya, apakah terlihat banyak goresan, kondisi retak ataupun pecah. Usahakan juga akan lebih baik jika semua yang menempel pada motor adalah parts orisinil.

 

4. Cek kondisi oli motor

 

Usahakan buka dan ukur oli yang ada di dalam mesin. Pastikan ukuran oli tidak berlebihan, karena oli yang berlebih akan membuat suara mesin menjadi lebih halus, sehingga dapat menyembunyikan suara asli motor yang mungkin berbunyi kasar atau berisik.

 

5. Cek speedometer

 

Pastikan agar tidak ada retak atau adanya bekas pembongkaran. Lihat jumlah berapa km yang telah ditempuh oleh motor tersebut. Jika diatas 20.000 km maka dapat dipastikan akan banyak sekali komponen mesin yang akan segera Anda diganti. Tentunya akan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

 

6. Hidupkan mesin motor

 

Coba hidupkan mesin motor tersebut, apakah bisa stationer atau langsam. Karena kondisi pada mesin yang tidak bermasalah dapat langsam pada putaran kurang lebih 1500 rpm. Serta pastikan juga bahwa tidak ada bunyi-bunyian yang kasar di dalam mesin.

 

7. Cek perpindahan gigi

 

Jalankan kendaraan dan perhatikan posisi perpindahan gigi apakah terasa sulit atau tidak. Apabila terasa sulit berarti menandakan kampas kopling motor tersebut akan segera habis. Satu lagi yang perlu diperhatikan juga adalah, jika terdengar suara mendesir pada saat motor berjalan. Kemungkinan besar gigi primer dari motor tersebut akan segera habis.

 

8. Cek rangka atau sasis motor

 

Perhatikan kelurusan roda motor depan dan belakang, dan pastikan bahwa rangka atau sasis motor tersebut tidak ada kebengkokkan. Jalankan sekitar 40km/jam dan tekan rem sedikit mendadak untuk pastikan motor tidak sulit dikendalikan. Hal ini berguna untuk mendeteksi lurusnya sasis dan poros setang atau setir.

 

9. Cek kebocoran

 

Usahakan Anda dapat mencoba jalankan motor lebih lama, dan setelah motor dijalankan kurang lebih sekitar 500meter. Perhatikan apakah terlihat adanya oli yang bocor melalui sela-sela mesin. Atau adanya air radiator bocor bagi motor yang menggunakan radiator.

 

10. Cek kondisi kelistrikan

 

Periksa juga kelistrikan dan lampu-lampu seperti lampu motor depan, lampu sein, lampu rem belakang, klakson, lampu speedometer, atau elektrik stater motor. Apabila semua berfungsi atau hidup, berarti tidak ada kerusakan pada komponen dan kondisi aki motor tidak ada permasalahan.

 

11. Cek kondisi roda

 

Lakukan pengecekan terhadap kondisi Roda. Bagaimana kelurusan antara roda depan dengan roda belakang, hal ini untuk meyakinkan bahwa chasis atau rangka tidak membengkok,motor yang mengalami jatuh atau benturan keras bisa menyebabkan kebengkokan pada chasis.

 

12. Kalau bisa cobalah test drive

 

Mintalah kepada si penjual agar anda bisa mencoba mengendarai motor tersebut. Anda tentu akan bisa merasakan apakah motor tersebut ada kelainan atau tidak.

By andrianhermawan