MANAJEMEN PRODUKSI

MANAJEMEN PRODUKSI

 

1. PERKEMBANGAN MENEJEMEN PRODUKSI

Ilmu manajemen berkembang hampir seumur dengan lamanya manusia menghuni bumi ini. Banyak catatan membuktikan bahwa manajemen sudah di terapkan sejak jaman kuno. Penafsiran tulisan kuno di Mesir yang di perkirakan di tulis tahun 1300 sebelum masehi menunjukan bahwa organisasi dan administrasi negara telah di terapkan oleh para pelaksana negara pada zaman kuno.

Sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, bagian dari manajemen itu mengkhususkan diri untuk mengejar tujuannya masing-masing. Manajemen produksi termasuk ke dalam bidang manajemen  yang mengkhususkan tujuannya. Manajemen produksi berkembang mengikuti perkembangan konsumsi masyaakat terhadap produk yang di hasilkan.

Perkembangan manajemen produksi terjadi berkat dorongan beberapa faktor yang

menunjang yaitu:

  • Adanya pembagian kerja dan spesialisasi
  • Revolusi industri
  • Perkembangan alat dan teknologi
  • Perkembangan ilmu dan metode kerja

 

 2. PENGERTIAN MANAJEMEN PRODUKSI

Manajemen produksi merupakan salah satu fungsi manajemen yang penting bagi kelangsungan hidup perusahaan. Kegiatan produksi yang buruk dapat juga berakibat pada rendahnya mutu produk atau jasa yang di hasilkan, peran manajemen produksi terasa sangat semakin penting bagi kelangsungan hidup perusahaan. Kegiatan produksi yang buruk mengakinatkan pemborosan dalam bentuk menumpuknya persediaan.

Pengertian manajemen produksi mencakup 3 unsur penting yaitu:

  • Adanya orang yang lebih dari satu
  • Adanya tujuan yang ingin dicapai
  • Orang yang bertanggungjawab terhadap pencapaian tujuan tersebut

 

3. PENGERTIAN PRODUKSI

Para ahli ekonomi mendefinisikan produksi sebagai “menghasilkan kekayaan melalui eksploitasi manusia terhadap sumber-sumber kekayaan lingkungan” atau bila kita artikan secara konvensional, produksi adalah proses menghasilkan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa dengan menggunakan sumber daya yang ada. Produksi tidak berarti menciptakan secara fisik sesuatu yang tidak ada, karena tidak seorang pun yang dapat menciptakan benda. Oleh karenanya dalam pengertian ahli ekonomi, yang dapat dikerjakan manusia hanyalah membuat barang-barang menjadi berguna, disebut “dihasilkan”. Produksi bisa ditilik dari dua aspek; kajian positif terhadap hukum-hukum benda dan hukum-hukum ekonomi yang menentukan fungsi produksi, dan kajian normatif yang membahas dorongan-dorongan dan tujuan produksi. Pembahasan mengenai nilai, norma, dan etika dalam produksi termasuk kedalam aspek normative yang banyak dikaji oleh para ahli teori social.

Produksi

Produksi adalah  suatu kegiatan atau proses yang mentransformasikan masukan (input) menjadi keluaran atau output.

Dalam arti sempit produksi adalah kegiatan yang menghasilkan barang baik barang

setengah jadi, barang jadi, barang industri, suku cadang, komponen penunjang.

 

4. PROSES PRODUKSI

Proses produksi dapat ditinjau dari 2 segi, yaitu:

a. Berdasarkan kelangsungan hidup terbagi kedalam 2 bagian:

– Proses produksi terus menerus (Continuous production)

– Proses produksi yang terputus-putus (Intermiten Production)

b. Berdasarkan teknik terbagi kedalam 4 bagian:

– Proses ekstraktif

– Proses analitis

– Proses pengubahan

– Proses sintesis

 

5. PENGEMBILAN KEPUTUSAN DALAM MANAJEMEN PRODUKSI

Dilihat dari kondisi keputusan yang harus diambil, dibedakan menjadi 4 bagian, yaitu:

1)    Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti.

2)    Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko.

3)    Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti.

4)    Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain.

 

6. RUANG LINGKUP MANAJEMEN PRODUKSI

1)    Perencanaan sistem produksi.

2)    Perencanaan produksi.

3)    Perencanaan lokasi produksi.

4)    Perencanaan letak fasilitas produksi.

5)    Perencanaan lingkungan kerja.

6)    Perencanaan standar produksi.

 

Hal-hal yang berhubungan dengan manajemen produksi:

1)    Manajemen merupakan salah satu fungsi utama.

2)    Harus dengan mempelajari manajemen produksi.

3)    Karena manajemen produksi merupakan bagian dari organisasi.

 

7. FUNGSI DAN SISTEM  PRODUSI DAN OPERASI

Empat fungsi terpenting dalam fungsi produksi dan operasi adalah:

1)    Proses pengolahan, merupakan metode atau teknik yang digunakan untuk pengolahan masukan (inputs).

2)    Jasa-jasa penunjang, merupakan sarana yang berupa pengorganisasian yang perlu untuk penetapan teknik dan metode yang akan dijalankan sehingga proses pengolahan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.

3)    Perencanaan, merupakan penetapan keterkaitan dan pengorganisasian dari kegiatan produksi dan operasi yang akan dilakukan dalam satu dasar waktu atau tertentu.

4)    Pengendaian atau pengawasan, merupakan fungsi untuk menjamin terlaksananya kegiatan sesuai dengan yang direncanakan, sehingga maksud dan tujuan untuk penggunaan dan pengolahan masukan (inputs) pada kenyataannya dapat dilaksanakan.

Sistem Produksi dan Operasi

Yang dimaksud dengan sistem adalah merupakan suatu rangkaian unsur-unsur yang saling terkait dan dan tergantung serta saling pengaruh-mempengaruhi satu dengan yang lainnya, yang keseluruhannya merupakan suatu kesatuan bagi pelaksanaan kegiatan bagi pencapaian suatu tujuan tertentu. Sedangkan yang dimaksud dengan sistem produksi dan operasi adalah suatu keterkaitan unsur-unsur yang berbeda secara terpadu, menyatu dan menyeluruh dalam pentransformasian masukan menjadi keluaran.

 

Sistem produksi tidak hanya terdapat pada industri manufaktur, tetapi juga dalam industri jasa seperti perbankan, asuransi, pasar swalayan dan rumah sakit. Sistem produksi dan operasi dalam industri jasa menggunakan bauran yang berbeda dari masukan yang dipergunakan dalam industri manufaktur.
Sebagai contoh suatu perusahaan telekomunikasi dalam pengoperasiannya membutuhkan modal untuk suku cadang dan komponen elektronik serta peralatan yang terdapat dalam suatu bangunan, disamping peralatan transmissi suara melalui sistem kabel, menara microwave, station, computers dan operator telepon. Contoh sistem Produksi dan Operasi adalah sebagai berikut:

 

Lokasi dan Lay Out Pabrik

Tata ruang pabrik juga merupakan salah satu faktor yang sangat penting diperhatikan agar suasana kerja menjadi baik. Sasaran tata ruang adalah untuk mengatur ruang agar aliran proses produksi menjadi lancar, efisien dan menciptakan suasana kerja yang menyenangkan dan mudah diawasi. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam tata ruang adalah sebagai berikut:

1)    Mudah dalam pengangkutan bahan baku maupun hasil produksi.

2)    Letak bangunan pabrik sesuai dengan urutan proses.

3)    Demi keselatan kerja maka pada tempat-tempat yang mudah terjadi kebakaran ditempatkan unit-unit pemadam kebakaran.

4)    Penyimpanan bahan baku, bahan pembantu dan hasil produksi harus terletak pada lokasi yang terisolir, misalnya lem, atau bahan kimia lainnya.

5)    Tersediannya ruang kosong untuk pembongkaran alat-alat.

6)    Cukup ventilasi dan lubang-lubang sirkulasi udara.

7)    Distribusi air dan listrik harus se-efisien mungkin.

8)    Letak peralatan harus dibuat se-efisien mungkin sesuai dengan alur proses produksi.

9)    Pengelompokan alat-alat yang sejenis untuk mempermudah pengawasan dan pemeliharaan.

10) Pemasangan pipa letaknya harus di ataur supaya tidak menganggu orang yang berjalan.

 

REFERENSI:

 

 

By andrianhermawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s