KEKUATAN EKONOMI DITANGAN PEREMPUAN

 

 

 

Pangkalanbaru, 09-09-2013. Lima belas Koperasi dari 6 kecamatan se-Kabupaten Bangka Tengah mendapatkan bantuan sosial berupa modal usaha masing-masing sebesar Rp 20.000.000,00 dari Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah. Bantuan ini membuktikan aksi nyata Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah dalam menggairahkan pembangunan perekonomian yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat secara langsung melalui gerakan perkoperasian.

Bupati Bangka Tengah Erzaldi Rosman tiba Kantor Camat Pangkalanbaru pukul 13:35 WIB didampingi istri, Ibu Melati atau yang akrab disapa Bunda Mel. Guyuran hujan yang cukup lebat sama sekali tidak mengurangi semangat Pemimpin Muda ini untuk bertemu dengan 120 insan perkoperasian yang sudah menunggu di Ruang Pertemuan sejak pukul 13:00 WIB. Bahkan padamnya listrik di awal acara pun tidak mengurangi energi Beliau dalam menggerakkan masyarakat perkoperasian ini untuk berjuang dan berusaha lebih keras lagi membangun ekonomi Negeri Selawang Segantang.

“Saya tahu, sebagian masyarakat masih memandang negatif koperasi. Masih berpikir koperasi hanya memperkaya ketua lah. Memperkaya kelompok tertentu saja, dan lain alasan.” Kata Bupati mengawali sambutannya, “Jangan buang energi untuk berprasangka. Pilih saja yang punya hati. Koperasi harus dijalankan oleh orang-orang yang punya hati.”

Dalam kesempatan ini, Bupati Bangka Tengah juga menaruh perhatian besar terhadap pemberdayaan perempuan dalam perekonomian. “Ibu-ibu akan memainkan peran yang jauh lebih besar dalam perekonomian kedepan, “Ujar Bupati penuh semangat, “Pergeseran-pergeseran ini mulai terjadi. Kekuatan ekonomi akan berada ditangan perempuan. Dengan berbekal keinginan untuk membantu suami. Ikut menyokong pendapatan keluarga, kaum Ibu tentu mampu memberi pengaruh besar bagi ekonomi kita.”

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah berharap pergerakan kaum Ibu dalam perekonomian ini terorganisasi dalam koperasi. Hal ini bukannya tanpa alasan. Kaum Ibu umumnya adalah pengelola keuangan keluarga, dalam beberapa hal lebih teliti dari pria dan memiliki kecendrungan untuk berkumpul/arisan. Dengan menambahkan sedikit kreativitas dan pengetahuan berorganisasi dalam perkoperasian, kaum ibu adalah kekuatan ekonomi baru yang sangat potensial.

Hal ini dibuktikan dengan fakta bahwa pertumbuhan koperasi-koperasi wanita di Kabupaten Bangka Tengah cukup progresif. Koperasi Wanita Permata Sari, sebagaimana disampaikan Ibu Yulina, berhasil meningkatkan jumlah anggota dari 40 menjadi 135 orang dalam tempo 2 tahun saja. Omset usaha juga meningkat signifikan dari 50-an juta rupiah menjadi 167-an juta rupiah pertahun dengan jumlah dana bergulir yang tersalur dalam program simpan pinjam koperasi sebesar 165 juta rupiah.

Koperasi Wanita Betuah dari desa Celuak Kecamatan Simpangkatis yang baru berdiri kurang dari 1 tahun pun menunjukkan angka pertumbuhan yang prospektif. Dengan 22 orang anggotanya, modal awal koperasi yang hanya sebesar Rp 2.200.000,00 berhasil ditingkatkan sebesar 48% menjadi Rp 3.250.000,00 hanya dalam kurun waktu beberapa bulan saja. Bahkan dengan keterbatasan modal ini, Koperasi Betuah mampu mendanai 2 – 3 orang perbulannya untuk berusaha.

“Koperasi harus berhati-hati dalam mengajukan pinjaman melalui bank”, Saran Bupati dalam sambutannya, “Kalau dari bank saja koperasi mendapatkan suku bungan pinjaman sebesar 6%, maka berapa persen yang akan koperasi ambil dari anggotanya nanti? Koperasi harus mandiri. Usahakan modal koperasi diperoleh dari anggotanya sendiri.”

Bantuan Sosial modal Koperasi yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah adalah upaya untuk menggairahkan koperasi dalam mengembangkan dan membesarkan usahanya. Terutama untuk koperasi-koperasi yang aktif, progresif dan inovatif namun terkendala permodalan, bantuan ini diharapkan memberikan suntikan tenaga yang lebih besar untuk berbuat lebih banyak lagi dalam menumbuhkan ekonomi masyarakat.

Di akhir sambutannya, Bupati Bangka Tengah berpesan, “Jangan terlena dengan apa yang sudah kita miliki saat ini. Kita harus terus berusaha, terus berjuang, kreatif dan inovatif untuk memajukan diri kita dan Kabupaten Bangka Tengah. Bersama, pasti kita bisa.”

Adapun koperasi-koperasi yang mendapatkan bantuan modal sebesar Rp 20.000.000,00 adalah :

  1. Koperasi Wanita “Betuah”, desa Celuak kecamatan Simpangkatis
  2. Koperasi Wanita “Flamboyan”, desa Sungkap kecamatan Simpangkatis
  3. Koperasi Serba Usaha “Sahabat Kita”, desa Namang kecamatan Namang
  4. Koperasi Karyawan Bina Usaha “MIN Belilik”, desa Belilik kecamatan Namang
  5. Koperasi Wanita “Cahaya Bunda”, dusun Tanahmerah kecamatan Namang
  6. Koperasi Wanita “Nurul Fajri”, kecamatan Namang.
  7. Koperasi Wanita “Sejahtera”, kecamatan Lubukbesar
  8. Koperasi Tani Nelayan “Sukamaju”, kecamatan Lubukbesar
  9. Koperasi Wanita “At Taqwa”, kecamatan Lubukbesar
  10. Koperasi Perhubungan, kecamatan Koba
  11. Koperasi Pasar “Pasar Jaya”, kecamatan Koba
  12. Koperasi Wanita “Permatasari”, desa Terentang kecamatan Koba
  13. Koperasi Wanita “Baitul Izza”, kecamatan Koba
  14. Koperasi “Harapan Mandiri”, kecamatan Pangkalanbaru
  15. Koperasi Wanita “Muslimah”, kecamatan Sungaiselan

 

 

Pendapat saya:

Tidak bisa dipungkiri bahwa emansipasi wanita telah berjalar keberbagai bidang yang salah satunya adalah di bidang perkoperasian. Dengan menambahkan sedikit kreativitas dan pengetahuan berorganisasi dalam perkoperasian, wanita akan menjadi  kekuatan ekonomi baru yang sangat potensial.

 

 

sumber: http://koperindagbateng.com/bansos-koperasi-kekuatan-ekonomi-ditangan-perempuan/

 

By andrianhermawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s