PERKUAT PENDIDIKAN PERKOPERASIAN

 

JAKARTA,  Dekopin – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sudah merekomendasikan program gerakan koperasi di Indonesia oleh Dekopin agar sejalan dengan program yang ada pada pemerintah. Namun demikian, Bappenas menyarankan adanya perkuatan bidang pendidikan oleh Dekopin lebih diberdayakan.
Hal itu dikatakan Direktur Perencaan Dekopin Abdul Wahab dalam rapat Pengawas dan Lembaga yang ada di lingkungan kerja Dekopin, di Jakarta, (08/11/2013). Rapat tersebut dihadiri Ketua Pengawas Dekopin Dehen Erang, serta dua pengawas lainnya yakni, Dadang Herli, dan Soekijatno. Sedang dari Lembaga Dekopin turut hadir Direktur Lembaga Pendidikan Perkoperasian (Lapenkop) Marsono Mochtarom, Ketua BP-PIP Sarjono Amsan, serta Manajer Jaringan Usaha Koperasi (JUK) Adventinus Januar.

Pernyataan Wahab itu, senada dengan Direktur  Pemberdayaan Koperasi dan UKM Bappenas Adhi Putra Alfian dan Lapenkop Dekopin, beberapa waktu lalu, Bappenas menilai Lapenkop memiliki peran pendidikan perkoperasian yang bisa berjalan secara nasional.

Adhi menilai hal tersebut lebih kepada penilaian ujung tombak pengembangan sumber daya manusia perkoperasian ada pada pendidikan. Lapenkop bisa memerankan dengan baik, sebagai upaya menjawab salah satu tantangan koperasi menghadapi persaingan pasar bebas ASEAN 2015.

“Terkait Lapenkop selalu ada kapasitas pengembangan sumber daya manusia yang dimulai dari peningkatan SDM, sehingga ke depan bisa berjalan efektif dan menjadi lokomotif peningkatan koperasi di Indonesia,” kata Adhi.

Rapat Pengawas dengan Lembaga di lingkungan Dekopin itu juga, menyerukan agar gerakan koperasi bisa mengarahkan tren organisasi berbasis kinerja. Setidaknya ada empat hal yang perlu dilakukan mengarah ke sana.

Pertama, organisasi harus menerapkan sistem standar operasional prosedur (SOP) secara konsisten sebagai pedoman dan acuan mengukur kinerja organisasi.
Kedua, pengukuran kegiatan berdasarkan output. Ketiga, outcome pelaksanaan program koperasi bisa dirasakan manfaatnya oleh anggota, dan yang terakhir adalah dampak dari pelaksanaan program itu bisa mengubah tataran bagi masyarakat. (adm)

 

Pendapat saya:

Perkuatan bidang pendidikan perkoperasian sangat dibutuhkan karena pendidikan peerkoperasian merupakan ujung tombak pengembangan sumber daya manusia perkoperasian sehingga ke depan bisa berjalan efektif dan menjadi lokomotif peningkatan koperasi di Indonesia

 

Sumber : http://dekopin.coop/berita/detail/141

By andrianhermawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s