KODE ETIK ARKEOLOGI INDONESIA

KODE ETIK ARKEOLOGI INDONESIA

Sebagai warganegara yang menyadari pentingnya warisan budaya bangsa, maka arkeolog Indonesia mengabdikan ilmu dan pengetahuan arkeologi dengan pemikiran, pendekatan, dan cara-cara yang positif ilmiah serta dengan penuh tanggung jawab kepada nusa dan bangsa. Sadar akan tanggung jawab tersebut, maka arkeolog Indonesia berkeyakinan bahwa setiap penyimpangan dari pelaksanaan tanggungjawab tersebut mencemarkan kehormatan, kedudukan, dan martabat arkeolog.

Pasal 1 Tanggung Jawab Terhadap Disiplin Ilmu

Seorang arkeolog harus senantiasa menjunjung tinggi dan menjaga integritas keilmuannya.

Seorang arkeolog dalam menyampaikan informasi hasil pekerjaannya harus jujur dan bertanggung jawab, berpegang teguh pada azas ilmiah dan menghargai hakekat kebenaran.

Seorang arkeolog harus senantiasa menjaga nama baik profesi.

Seorang arkeolog harus menghargai kebenaran ilmiah tanpa memandang siapa yang menyatakan.

Seorang arkeolog harus dapat mengukur kemampuannya dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan bidang keahliannya.

Pasal 2 Tanggung Jawab Terhadap Pemerintah

Seorang arkeolog harus berperan dan bertanggung jawab dalam mewujudkan pembangunan nasional.

Seorang arkeolog harus senantiasa memberi masukan kepada pemerintah dan daerah dalam menetapkan kebijakan penelitian, pelestarian, dan pemanfaatan sumberdaya budaya.

Seorang arkeolog harus patuh kepada ketentuan perundang-undangan yang berlaku mengenai pengelolaan tinggalan dan data arkeologi.

Pasal 3 Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat

Seorang arkeolog dalam kegiatannya harus memberikan manfaat kepada masyarakat.

Seorang arkeolog dalam kegiatannya harus menghormati pendapat, adat istiadat, serta hak milik.

Seorang arkeolog harus bersikap bijak dalam menyampaikan informasi hasil-hasil pekerjaannya.

Seorang arkeolog harus ikut aktif bersama-sama dengan anggota masyarakat lainnya untuk menjaga pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan sumberdaya budaya.

Pasal 4 Tangung Jawab Terhadap Teman Sejawat

Seorang arkeolog harus bersikap toleran terhadap sesama arkeolog dan para ahli ilmu bantu lainnya.

Seorang arkeolog harus berusaha membangun solidaritas sesama anggota profesi.

Seorang arkeolog harus mengutamakan kepentingan profesi daripada kepentingan pribadi dan golongan.

Hasil penelitian seorang akeolog yang berupa pengetahuan dan dokumen merupakan properti intelektualnya.

Pasal 5 Tanggung Jawab Terhadap Pemberi Kerja

Seorang arkeolog harus bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan perjanjian kerja.

Seorang arkeolog dapat merekomendasikan rekan seprofesinya kepada pemberi kerja sesuai dengan bidang keahliannya.

Pasal 6 Tanggung Jawab Terhadap Penyandang Dana

Seorang arkeolog wajib memaparkan secara jujur kualifikasi dan kemampuannnya dalam melaksanakan pekerjaannya.

Seorang arkeolog harus berhati-hati untuk tidak menjanjikan atau menerima persyaratan yang bertentangan etika profesi dan peraturan perundangan yang belaku.

Seorang arkeolog harus dapat mempertahankan prinsip kebenaran ilmiah tanpa intervensi penyandang dana.

Pasal 7 Penutup

Para arkeolog bekerja sama dalam melaksanakan pasal-pasal dalam Kode Etik Arkeolog Indonesia dan melakukan pengawasan terhadap efektivitas pelaksanaannya.

Para arkeolog menyerahkan penyelesaian permasalahan Kode Etik Arkeolog Indonesia kepada Dewan Pertimbangan Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia.

Jakarta, 12 September 2005

Sumber: https://id-id.facebook.com/notes/sugih-nugroho/kode-etik-arkeologi-indonesia/10151585093513307

By andrianhermawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s